Selasa, 17 Maret 2009

Air Mata Nabi SAW

Tiba2 dri luar pintu trdengar seorang yg berseru mengucapkan salam."Boleh saya masu?"tanyanya.Tapi Fatimah tdk mengizinkannya masuk,"Maafkanlah,ayahku sedang deman,"kata Fatimah yg mmbalikkan bdan dan menutup pintu.Kemudian ia kmbali menemani ayahnya yg ternyata sudah mmbuka mata dan brtanya pd Fatimah,"Siapakah it wahai anakk?"."Ananda tak thu ayahku,spertinya bru sekali ini ananda mlihatnya,"tutur fatimah lembut.

Lalu,Rasulullah menatap puterinya itu dngn pndangan yg menggetarkan.Seolah2 bhagian demi bahagian wajah anaknya itu hndak dikenang."Ketahuilah,dialah yg mnghapuskan pertemuan di dunia.Dialah malaikatul maut,"kata Rasulullah.Fatimah pun menahan ledakkan tangisannya.Malaikat maut datang menghampiri,tpi Rasulullah menanyakan knp Jibril tdk ikut menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yg sblmnya sdh bersiap diatas langit dunia menyambut RUH kekasi Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril,jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?"Tanya Rasulullah dngn suara yg amat lemah."Pintu2 langit tlh trbuka,para malaikat telah menanti ruhmu.Semua syurga terbuka kebar menanti kedatanganmu,"kata Jibril.Tapi itu ternyata tdk membuat Rasulullah lega,matnya masih penuh kecemasan."Engkau tdk senang mendengar khabar ini?"Tanya Jibril lagi."Khabarkan kpdaku bagaimana nasib umatku kelak?".
"Jangan khawatir,wahai Rasul Allah,aku pernah mendengar Allah berfirman kpdaku:'Kuharamkan syurga bgi siapa saja,kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,"kata Jibril.

Detik2 smakin dekat,saatnya Izrail melakukan tugas.Perlahan ruh Rasulullah brsimbah peluh,urat2 lehernya menegang."Jibril,betapa sakit sakaratul maut ini."Fatimah terpejam,Ali yg di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muaka."Mengapa engkau palingkan wajahmu Jibril?"Tanya Rasulullah pda Malaikat pengantar wahyu itu."Siapakah yg sanggup,melihat kekasih Allah direnggut ajal,"kata Jibril."Ya Allah,dahsyat nian maut ini,timpakan saja sdmua siksa maut ini kpdaku,jangan pda umatku."

Bibirnya brgetar seakan hndk membisikkan sesuatu,Ali segera memekatkan telingannya."Uushiikum bis shalati,wa maa malaikat aimanukum-peliharalah shalat dan peliharalah orang2 lemah di antaramu."Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,dan Ali kmbali menekatkan telingannya,ke bibir Rasulullah yg mulai kebiruan."Ummatii ummati, ummatii?"-"Umatku,umatku,umatku

Dan, berakhirlah hdup manusia mulia itu.Kini,mampukah kita mencintai sepertinya?Betapa cintanya Rasulullah kpd kita.Allahumma sholli'ala Muhammad wa baarik alaaa wa salim'alaihi.
Wallahua'lam

1 komentar: